Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

ID EN

2017 12 25 Natalan 2Jakarta.Kemenkumham.go.id - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Bambang Sumardiono, sambangi gereja di Lapas dan Rutan Se-DKI Jakarta yang sedang merayakan Hari Raya Natal di Tahun 2017 ini. 

Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dalam hal ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memberikan remisi terkait hari besar keagamaan. Kali ini bagi napi yang beragama kristen dan katolik mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi) untuk natal tahun 2017 ini.

Pemberian Remisi Khusus Natal Tahun 2017

2017 12 25 Natalan 3Senin, 25 Desember 2017, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Bambang Sumardiono bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang secara simbolis menyerahkan SK Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal 2017. 

"Pengurangan hukuman atau remisi hendaknya dimaknai sebagai penghargaan bagi mereka yang dinilai telah mencapai penyadaran diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan sosial yang berlaku" ucap Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Makmun saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

"Bahwa pada setiap perayaan hari besar keagamaan, Pemerintah memberikan pengurangan hukuman atau remisi kepada narapidana yang merayakannnya, sehingga pada hari ini diberikan Remisi Khusus bagi Narapidana yang merayakannya, dan tentunya yang memenuhi persyaratan untuk diberikan remisi" tambahnya.

Bagi para tahanan yang memperoleh remisi sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebab remisi merupakan hikmah yang layak bagi narapidana yang menerimanya karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang ditetapkan, sebagaimana makna Natal sebagai suatu momentum untuk mensyukuri kasih Tuhan yang bersifat mutlak dan universal.

"Remisi merupakan reward kepada mereka yang telah berkelakuan baik dalam masa pembinaan".

Sebelum pemberian remisi kegiatan di awali dengan ibadah perayaan natal. Hadir dalam kegiatan ini Haru Tantamo, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil DKI Jakarta, Arpan serta Para Kepala UPT Pemasyarakatan dilingkungan Kanwil DKI Jakarta.

2017 12 25 Natalan 1

"Pengurangan hukuman atau remisi hendaknya dimaknai sebagai penghargaan bagi mereka yang dinilai telah mencapai penyadaran diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat," yang juga ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Bambang Sumardiono saat memberikan sambutannya (25/12).

“Remisi yang diberikan antara 15 hari sampai dengan 2 bulan, tergantung lamanya mereka telah menjalani pidana,“ tambahnya.

Dalam perayaan Natal Tahun ini, jumlah penghuni Lapas dan Rutan se-DKI Jakarta berjumlah 15.723 orang per tanggal 25/12/2017 dari sembilan satuan kerja Lapas dan Rutan. Tahanan dan Narapidana yang beragama Kristen sejumlah 806 orang dan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) Ke-I sejumlah 293 orang, dan Remisi Khusus (RK) Ke-II sebanyak 3 orang jadi total yang mendapatkan Remisi Khusus Natal di Tahun 2017 berjumlah 296 orang yang tersebar di Lapas dan Rutan se-DKI Jakarta.

Remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Perubahan Pertama: Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua: Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Lebih lanjut, ia mengatakan remisi khusus Natal diberikan kepada narapidana beragama Kristen yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Antara lain telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), dan aktif mengikuti program pembinaan di Lapas atau rutan.